kolam4musim

“Kolam 4 musim”

Suatu hari di sebuah tera( kuil ) tua di sebuah kota tua di perfektur nara di jepang. Entah hari itu pagi, siang atau malam,tak ada yang tahu, yang jelas saat itu adalah tepat pada saat para katak keluar dari dalam tanah, terbangun dari tidur panjangnya. Katak-katak terbangun, keluar dari kegelapannya selama musim dingin, keluar dari dalam tanah, tanpa tahu pasti apa yang terjadi di luar sana, apa yang akan katak-katak itu alami, apa hanya dapat seekor nyamuk penghisap darah? Atau ular yang dengan taring-taringnya yang tajam akan memangsa mereka, yang akan menghilangkan nyawa mereka dalam hitungan detik? Tak ada yang tahu…katak-katak besar, katak-katak kecil,dan bayi-bayi katak hanya percaya pada takdir, itulah yang diajarkan oleh nenek moyang mereka sejak dulu.
Bagi katak-katak besar musim ini adalah musim yang kesekian kali bagi mereka, musim yang akan menentukan mereka, apakah mereka akan kembali ke dalam lubang tidur panjang lagi atau hanya akan berakhir di perut seekor ular? Bagi katak-katak muda, ini adalah pengalaman pertama mereka mengarungi dunia luar yang entah seperti apa, mereka hanya sempat mendengar cerita dari katak-katak yang lebih tua dari mereka,,katak-katak muda hanya percaya pada takdir, hanya percaya pada ketentuan alam yang mengharuskan mereka keluar dari lubang tidur mereka yang aman, menuju dunia luar yang tanpa kepastian…
“selamat datang di dunia ketidakpastian..!!!!”
Seekor katak yang terlihat lebih berpengalaman dalam mengarungi dunia luar berkata pada katak-katak muda yang berbaris di depannya..
“selamat datang di dunia ketidakpastian..!!!”
Katak tua itu berkata untuk kesekian kalinya..entah itu diutujukan untuk katak-katak muda di depannya atau ia tujukan untuk dirinya sendiri,,berkata penuh keraguan dalam ketenangannya..
“ Tempat yang kalian baru lihat sekarang adalah tempat dimana kebaikan dan keburukan menjadi satu garis tipis yang tak terlihat, tempat yang akan banyak meracuni diri kalian, racun itu masuk melalui kedua mata kalian, dan akan menyebar ke seluruh tubuh kalian, termasuk otak, dan akan terus berada di dalam tubuh kalian, selama yang racun itu mau..!!!”katak tua itu berkata dengan sedikit bergetar dan intonansi yang tak karuan.
Suasana hening sejenak,,semua katak-katak muda larut dalam pikirannya masing-masing…
Sampai satu katak muda bertanya dengan suara yang sedikit parau “apakah semua katak akan terkena racun tersebut?”
“mochiron”(pasti), jawab katak tua itu pelan dan singkat,,
“lalu apakah tuan juga pernah terkena racun tersebut? Atau jangan-jangan, racun  tersebut masih terdapat dalam tubuh tuan sampai sekarang ini?!”  katak muda itu bertanya lagi dengan penuh rasa ingin tahu yang besar.
“hmmm..” katak tua itu hanya tersenyum, dia tak menjawab pertanyaan katak muda tersebut..lalu berkata..
.”tidak penting apakah aku terkena racun itu atau tidak, tidak penting apakah racun itu masih ada di dalam tubuhku atau tidak, aku hanya bisa berkata pada kalian bahwa disana terdapat sebuah racun..”
Katak muda sungguh tak puas akan jawaban si katak tua, banyak pertanyaan yang sebenarnya dia ingin tanyakan, namun saat melihat wajah katak tua yang mulai pucat, katak muda menyingkirkan pertanyaan-pertanyaan yang ia ingin ajukan sebelumnya, tapi ada satu pertanyaan yang ia tak bisa singkirkan..”apakan nama racun itu, tuan katak tua??”
Katak tua memejamkan matanya, dengan senyum yang terlihat dipaksakan ia menjawab,,”nama racun itu adalah…
….sekai (dunia).”
Katak muda benar-benar tak mengerti apa yang baru saja didengarnya…
Tak lama kemudian katak tua itu melompat pergi ke arah utara, seraya berkata,
“aku akan ke utara! Mulai dari sekarang hidup kalian ada di tangan kalian sendiri, pergilah kemanapun kalian ingin pergi, datangilah tempat yang kalian ingin datangi, lihatlah tempat yang kalian ingin lihat,,!! Semoga kita bisa bertemu kembali di musim dingin nanti…sampai jumpa.”
Katak tua itu pun menghilang di kejauhan…
Tak lama kemudian katak-katak muda satu persatu mulai memisahkan diri, ada yang pergi ke selatan, barat, timur, semua pergi megikuti kata hati mereka, berharap di tempat yang mereka tuju nanti akan banyak nyamuk-nyamuk yang gemuk dan  berharap tak ada ular yang akan menjadikannya santapan lezat.. semua katak pergi mengejar bayangannya sendiri, siap menghadapi takdirnya masing-masing, menggenggam nasibnya di tangan seraya berdoa di setiap lompatannya.
Satu persatu katak muda pergi ke berbagai arah, sampai hanya tersisa satu katak, katak yang sedari tadi masih bingung dengan perkataan si katak tua. Racun? Apa yang sebenarnya katak tua itu maksud?? Haah…
Karena terlalu terhanyut dalam lautan pikirannya, ia baru menyadari bahwa dia tengah sendiri di tempat itu, semua katak telah pergi,, katak muda yang bernama kiboo tersebut kebingungan, kemanakah ia akan pergi? Ke utara yang dingin, ke selatan yang hangat, ke barat atau ke timur??
Sejenak kiboo termenung, di tengah lamunannya,tiba-tiba angin sejuk berhembus menerpanya, angin yang membuatnya memejamkan mata karena sejuknya, pemandangan dunia pun kalah, bisa dinikmati sambil memejamkan mata, karena angin tak bisa dilihat,hanya bisa dirasakan..angin tersebut berhembus dari timur ke barat,,
“sawayakana kaze!!” (sungguh angin yang menyegarkan !!), ujar kiboo dalam hati.

tiba-tiba ia tersenyum, tampak seperti mendapat  jawaban dari setiap pertanyaannya,,kiboo telah memutuskan, keputusan yang akan menentukan, takdir apa yang ada di hadapannya. Kiboo tersenyum, bergerak melompat , menjauh dari tempat itu, melompat cepat , ke arah perginya angin tadi…
***

Kiboo, dengan penuh semangat mengejar angin ke arah barat,,entah kemana ia akan pergi, kaki pelompatnya terus menambah kecepatan,,
“kaze!(angin!) Aku sedang berlari ke arahmu, tunggu aku..!! pasti di barat sana banyak angin berkumpul, angin-angin segar tentu saja!! Pasti disana akan sangat menyenangkan!!  Matte yo!!!”dengan tekad yang bulat dia terus berlari, lelah tak dirasakannya, mimpi-mimpi indah menerobos segala yang menghalangi di depannya.
kiboo melompat berkilo-kilo meter, berpuluh-puluh meter, sampai tiba-tiba dia berhenti..keringatnya bercucuran, nafasnya terengah-engah, ia tak sadar telah berada di tempat yang sangat jauh dari tempatnya semula..dia menengok ke kiri dan ke kanan, berharap ada air segar yang menggenang di jalan, atau ia akan merasa sangat beruntung bila ada sebuah kolam dengan air yang jernih dan segar berada di sekitar sana, lelahnya akan hilang bila terlebih dahulu minum air kolam segar, sekaligus berenang di dalamnya,,,”huah,,pasti sangat menyegarkan..” pikirnya dalam hati.
Kini ia berada di tengah-tengah padang rumput yang luas, yang terlihat dimatanya hanya birunya langit dan hijaunya rumput,,dari pandangannya tak terlihat ada kolam atau danau di sekitarnya, tetapi ia terus mencoba mencari, menyingkirkan rumput-rumput hijau seperti warna kulitnya, yang menghalangi pandangannya untuk mencari air demi melepaskan dahaganya.
Di tengah pencariannya, di tengah hari yang cukup menyengat, tiba-tiba ada bayangan aneh yang melesat di tanah. Bayangan itu melesat di tanah, berputar-putar mengelilingi kiboo,
“korewa nanno kage?? (bayangan apa ini??) Berputar-putar mengelilingi ku…” saat ia menengok ke arah langit mencari-cari asal bayangan tersebut,  di sela-sela silaunya sinar matahari, ia melihat seekor makhluk yang entah ia tidak tahu apa namanya, dengan sayap yang lebar sedang terbang dari kejauhan, berputar –putar mengelilingi kiboo..
“makhluk apakah itu? Dia bisa terbang, sungguh kehebatan yang luar biasa, bisa menari-nari di angkasa,,pasti di atas sana bisa terlihat dimana ada kolam berada..ah, lebih baik aku tanyakan saja padanya, siapa tahu ia akan mengantarkanku ke tempat kolam berada.”
Sebelum kiboo berteriak untuk memanggilnya, tiba-tiba saja ia teringat sesuatu..”sepertinya,,aku pernah melihat makhluk seperti ini.”
Makhluk tersebut mulai terbang berputar mendekati kiboo…
Sedikit demi sedikit kiboo mulai melihat wujud makhluk itu dengan baik,
“dia mempunyai sayap yang besar,,paruh yang runcing? Cakar yang  tajam? Aku jadi teringat sesuatu…aaaaaaah!!! iya! Dia adalah elang! Dia adalah makhluk yang sama dengan ular! Dia adalah pemangsa!!!”
Belum sempat ia akan bersembunyi, elang itu terbang menukik dengan kecepatan tinggi, menyergap kiboo dengan cakarnya dan membawanya terbang..
“huaaa!!! Iyada!! (Tidaak!!) Lepaskan aku! Lepaskan!”
Kiboo meronta-ronta dengan sekuat tenaga, namun cakar elang sangat kuat,tenaga sekuat apapun yang dikeluarkan kiboo,tak akan mampu untuk melepaskan dirinya dari cengkraman elang,,,tak ada celah sedikitpun untuk melepaskan diri.
Braaaaakk…!!!
Tiba-tiba ada elang lain yang menabrak elang yang mencengkram kiboo, ternyata elang itu hendak merebut kiboo..kedua elang itu pun berebutan dan bertarung demi mendapatkan kiboo untuk dijadikan santapannya,,di tengah pertarugan mereka,kiboo terlepas dari cengkraman, elang itu tak menyadari bahwa mangsanya terlepas, kiboo melayang di udara, dari tempat yang setinggi itu ia akan jatuh dengan sangat menyakitkan, bahkan tubuhnya akan hancur remuk, isi perutnya akan berceceran dimana-mana. Sungguh kejadian yang tidak pernah terbayangkan kiboo sebelumnya. Kiboo melayang, terjatuh dari langit, dia memejamkan matanya, berharap ini hanyalah sebuah mimpi buruk, ia berharap segera terbangun dari mimpinya, dia berharap mencium aroma teh hangat buatan ibunya di pagi hari,,
Mata kiboo terpejam..”aku ingin bangun!!!bangun!!ini hanya mimpi!!”
***

Bruuuushh..!!!
Badan kiboo menabrak sesuatu, ia merasakan sakit,.tetapi sakitnya itu tak lama hilang, tergantikan dengan kesejukan, lebih sejuk dari angin timur yang ia rasakan sebelumnya,,,kulit kiboo merasakan dingin yang menyegarkan..ia pun membuka matanya,.
“mizu?? (air??)bokuwa mizu ni naka??( aku ada di dalam air??)”
Kiboo segera berenang ke tepi..
“bokuwa dokoni iru ka??( aku berada di mana??) Di mana ini??”
Ternyata kiboo terjatuh ke dalam kolam, kolam itu telah menyelamatkannya..
Kolam itu berada di antara pohon sakura yang mengelilinginya, dari kejauhan tampak sebuah tera tua mirip seperti yang ada di lubang musim dingin kiboo, kolam itu sangat indah, tak terlalu besar juga tak terlalu kecil, di atas permukaan airnya, banyak tanaman teratai yang sedang berbunga, dari kejauhan keluarga angsa sedang berenang bersama-sama, menikmati indahnya kolam ini..
Kiboo terdiam sejenak di tepi melihat pemandangan indah di depannya, lalu ia meneguk air kolam itu,,”sangat menyegarkan..”..
Air kolam itu seperti mempunyai kekuatan lain bila ada yang meminumnya, kiboo merasa menjadi segar kembali, rasa sakit akibat cengkraman elang tadi, hilang dalam seketika.

“haiii… kaeru!!(katak!!)” tiba-tiba saja ada yang memanggil kiboo, suara itu sangat indah.
“dare??(siapa itu?)”kiboo berteriak sambil menoleh kesana-kemari, tampak kebingungan.
“ini aku, kolam yang baru kau minum airnya..”
“hah?? Jadi kau kolam indah ini ya?”kiboo menghela nafas sejenak,lalu berkata, “terima kasih telah menyelamatkanku, kolam..”.kiboo berterima kasih dengan menundukkan kepalanya.
“jangan berterima kasih padaku, berterimakasihlah pada takdir, takdir menghendaki kau jatuh di sini..”ujar kolam dengan suara yang lemah lembut.
Kibo tersenyum lega, perjalanan hidupnya belum berakhir..
“bagaimana kau bisa terjatuh dari atas sana,katak? Dari mana asalmu?dan hendak kemana?” masih dengan suara yang lembut, kolam itu melontarkan beberapa pertanyaan kepada kiboo.
Kiboo pun segera menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, ia ceritakan dari awal sampai ia dicengkram seekor elang dan terjatuh di kolam ini, ia selamat karena takdir, ya..takdir yang mempertemukan kiboo dengan kolam baik hati itu.
Kiboo banyak bercerita panjang lebar mengenai lubang musim dinginnya, bagaimana ia menghabiskan musim dingin dengan berkumpul bersama keluarganya, ia menceritakan siapa dirinya,,”aku baru pertama kali keluar dari lubang rumahku ke dunia luar seperti ini,,”begitu ucapnya. Kolam itu mendengarkan cerita kiboo dengan tenang seperti riak permukaan airnya yang berirama, bercanda dengan angin kecil. Terkadang ia ikut tertawa saat kiboo menceritakan hal yang lucu, dan ia ikut bersedih saat kiboo menceritakan tentang kerabat-kerabatnya yang mati menjadi santapan ular, dan ia ikut berharap saat kiboo menceritakan mimpi-mimpi indahnya.
Tak terasa matahari sudah hampir tenggelam, hari menjadi agak sedikit gelap..
“wah, tak terasa, hari sudah hampir gelap, kiboo…!” ujar kolam.
“ia, waktu tak akan terasa lama bila kita menikmatinya..”sahut kiboo sambil memandang matahari yang sudah jingga.

Mereka berdua saling terdiam melihat indahnya matahari jingga yang tinggal setengah bulat..
“selalu ada waktu untuk yang satu ini…selalu  ada waktu untuk melihat matahari mengucapkan ‘sampai jumpa besok’.” Tiba-tiba kolam berbicara pelan tanpa melepaskan pandangannya dari matahari terbenam.
Katak tersenyum seraya mengangguk.
Matahari hari itu akhirnya menghilang di barat, matahari yang juga ragu apakah besok ia akan kembali atau tidak…

***
“tinggal saja di sini!”, kolam memohon pada kiboo diikiuti percikan airnya yang terlihat memohon.
“sebenarnya aku mau..tetapi apakah tidak apa-apa? Apakah pohon-pohon sakura yang mengelillingimu ini juga menginginkan aku tinggal disini?”
“tentu saja, mereka sependapat denganku,.”
“lalu bagaimana dengan bunga-bunga teratai, apakah mereka menginginkan aku tinggal juga?”
“tentu saja mereka sependapat denganku..”
“lalu bagaimana dengan angsa-angsa itu, apakah mereka menginginkan aku tinggal disini juga?”
“tentu saja..mereka semua menginginkan kamu untuk tinggal disini..kiboo..”

Dengan rasa yang masih campur aduk, kiboo pun mengiyakan..
“baguslah, cari saja tempat yang menurutmu nyaman untuk ditinggali, aku senang kau setuju unuk tinggal disini..” dengan suara yang ceria diikuti riak airnya yang bersorak, kolam itu berkata lagi “kiboo, aku berharap kamu bersedia untuk tinggal disini sampai musim dingin nanti..”
Sebelum sempat kiboo menanyakan alasannya…kolam itu telah terlelap dalam tidurnya di keheningan malam yang tanpa suara.

***

Kolam ini adalah kolam yang indah, dahulu di sekitar kolam tersebut hanya ada sedikit tumbuhan dan serangga-serangga kecil, namun semua tumbuhan dan berbagai makhluk hidup lainnya banyak berdatangan setelah mendengar cerita akan keajaiban air kolam tersebut. Musim semi ini adalah saat dimana air kolam sedang segar-segarnya, semua makhluk hidup berdatangan, pohon-pohon sakura mengelilingi kolam tersebut.
Melalui air kolam tersebut bisa memantulkan bayangan segala sesuatu yang ada di sekitarnya. Pohon-pohon, bunga-bunga, menjadi tahu siapa dirinya masing-masing. Mereka bisa melihat sebagian dari diri mereka yang tak bisa dilihat oleh dirinya sendiri, kolam itu bisa melihat apa yang orang lain tak bisa lihat. Selain itu air kolam yang bsa menyembuhkan berbagai luka dan sangat menyegarkan ini menjadi daya tarik bagi semua makhluk yang ada di sekitarnya. Namun saat musim dingin tiba, tak ada satupun yang menemani kolam tersebut, karena airnya membeku. Kolam itu tampak tak menarik lagi bagi makhluk-makhluk disekitarnya. Kolam itu ditinggalkan saat ia tak dibutuhkan lagi…
Kiboo sedang melamun di malam itu..
“sudah hampir musim panas,telah satu musim aku tinggal disini, kolam itu begitu baik padaku, setiap hari ia mendengarkan ceritaku, setiap hari ia membiarkan airnya yang segar diminum olehku,,namun apa yang telah aku berikan padanya,,tak ada..aku harus membalas budi padanya, aku harus membalas kebaikannya sekuat yang aku bisa..!!”
Mulai saat itu kiboo mencari cara agar bisa membalas kebaikan kolam itu, setiap hari ia membersihka kolam itu dari ranting-ranting dan daun-daun yang terjatuh ditiup angin. Setiap hari ia berusaha membuat lelucon-lelucon lucu agar kolam itu tertawa, dan setiap malam kiboo mengantarkan tidur kolam itu dengan bernyanyi..hanya itu yang bisa kiboo bisa, namun ia melakukan semua hal itu dengan ketulusan hatinya.

***

Angin mulai membawa hawa dingin, air kolam mulai mendingin, kiboo melewati hari-hari bersama kolam dengan penuh kegembiraan, musim semi yang indah, musim panas yang menyenangkan, musim gugur yang tenang, telah mereka berdua lewati penuh canda dan tawa, sampai akhirnya pada musim dingin,,
Hari itu salju memang belum tampak menghujani bumi, namun nafas musim dingin tengah berhembus sangat menggigilkan, satu persatu makhluk di sekitar kolam mulai pergi meninggalkan kolam, ada yang ke terbang ke selatan untuk mencari udara hangat, ada juga yang bersembunyi di lubang-lubang persembunyian, ada juga yang pergi entah kemana tanpa mengucapkan rasa terima kasih kepada kolam yang telah banyak memberikan kehiidupan kepada semua makhluk yang ada di dekatnya.

Sampai pada suatu hari tinggal kolam itu sendiri..
“hai, kiboo..kini aku sendiri lagi sperti musim-musim sebelumnya..semua yang ada di sekitarku pergientah kemana, meninggalkan aku yang membeku sendiri, sampai musim semi tiba kembali..”ucap kolam sembari tersenyum dengan menyiratkan sedikit rasa kesedihan di percikan airnya yang sangat dingin,,
“kolam, kau dulu memang melewat musim dingin ini dengan kesendirian, namun tidak dengan musim ini, aku akan menemanimu,,,!”ucap katak.
“kenapa kau tidak mengikuti yang lainnya pergi ke tempat yang lebih hangat, bersembunyi di lubang persembunyianmu yang hangat, kenapa?”
“aku tidak akan merasa hangat disana, aku tidak akan merasa nyaman disana, aku akan merasa hangat bila ada di dekatmu, kolam sahabatku..”
“percuma bila kau ada di dekatku katak, airku akan membeku, aku tidak akan bisa mendengar ceritamu, aku tidak bisa menceritakan mimpi-mimpi indahku lagi kepadamu,,,dan..dan..aku tidak bisa lagi mendengar nyanyianmu lagi di setap malam..”
“aku tak peduli kolam, asalkan aku bisa menemanimu walaupun kau tak menyadari kehadiranku, itu sudah cukup bagiku,,aku akan terus berada di sampingmu, sampai musim semi tiba, dan kita akan saling bercerita lagi seperti musim-musim yang pernah kita lalaui bersama..”
“katak sahabatku, musim dingin akan membuat tubuhmu membeku, angin musim dingin akan meremukkannya bahkan sampai pada tulang-tulangmu..!”
“percayalah padaku kolam sahabatku, aku akan terus merasa hangat bila ada di sampingmu, sudahlah kau jangan khawatir, akan kujaga dirimu di sepanjang musim dingin ini,akan kujaga dirimu saat tidur,semoga bermimpi indah, dan bejanjilah untuk menceritakan mimpi-mimpi itu padaku nanti”
kolam menangis dalam percikkan airnya yang mulai membeku sedikit demi sedikit,,
sebelum kolam itu sempat mengucapkan selamat tinggal pada katak sahabatnya,,ia sudah membeku, tak ada lagi percikan tawa di dalamya, hanya sepi ..dan sepi…
kiboo tersenyum, dia segera merpatkan tubuhnya pada tepian kolam, sambil menghadap pada air yang membeku itu, ia berkata..”aku akan menjagamu kolam, bagiku kau tidak pernah membeku, bagiku kau adalah kolam yang tak pernah membeku selama 4 musim..”
kiboo terdiam, tertelungkup di pinggir kolam, salju turun dengan derasnya, dingin tak ia rasakan, senyum tersirat di wajahnya,,,
berhari-hari berlalu, musim dingin semakin mengganas, kiboo masih terlihat berada di tepian kolam untuk menunggu sahabatnya itu mencair,,tapi tidak..musim dingin akan sangat lama berakhir, ia masih menunggu dan menunggu, sementara itu, tubuh kiboo mulai tak bisa digerakkan..
“kolam sahabatku, aku masih menunggumu di sini, kakiku tak bisa digerakkan sahabat, lidahku seakan-akan terikat,,” dengan tubuh yang suda setengah membeku kiboo mencoba bangkit, namun tak bisa…kiboo terus berusaha tapi tak bisa..

***

Salju mulai terhenti, namun cuaca masih tetap dingin, di suatu kolam dekat kuil, terbujur kaku seekor katak yang tersenyum penuh harap, matanya terpejam, tak bergerak….(-selesai)

Advertisements
Published on June 27, 2009 at 7:52 pm  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://kaladinihari.wordpress.com/cerpen/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: